Linguisitk Artikel
Fonetik
Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran. Fonetik akan berhubungan dengan anatomi tubuh yang menghasilkan bunyi, khususnya organ-organ tubuh yang terlibat dalam proses penghasilan ujaran. Fonetik akan berupaya untuk menerangkan bagaimana bunyi-bunyi tertentu dihasilkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Studi fonetik umumnya terdiri atas tiga bagian utama, yakni:
- Fonetik akustik, yang berupaya menjelaskan bunyi-bunyi ujaran sebagai suatu proses fisik. Biasanya kajian ini membutuhkan alat spektograf yang dapat memperlihatkan gelombang bunyi udara. Alat tersebut mampu menggambarkan intensitas dan volume ujaran sehingga para linguis dapat menggambarkan bunyi-bunyi tersebut secara konkret melalui wujud fisiknya.
- Fonetik auditoris, merupakan studi fonetik yang mempelajari proses penerimaan bunyi-bunyi bahasa oleh telinga. Cabang ini boleh dibilang lebih dekat dengan kajian kedokteran dibandingkan dengan linguistik.
- Fonetik artikulasi, merupakan studi fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat atau organ tubuh manusia. Fonetik artikulasi lebih banyak memberikan sumbangan bagi linguistik dibandingkan dengan fonetik aktistik dan atiditoris. Karena, cabang ini menganalisis bunyi-bunyi bahasa secara mendetail berdasarkan konteks bahasanya, bukan organ tubuh penghasil bahasa yang lebih condong ke dunia medis. Contohnya, bagaimana bunyi [p] dan [b] dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Fonologi
Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan atau mengidentifikasi kata. Objek penelitian fonologi adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.
Daftar Isi ⇅
Pengertian Linguistik
Linguistik adalah ilmu bahasa secara umum atau tidak terikat pada satu bahasa saja (Muliastuti, 2014, hlm. 1). Oleh karena itu, terkadang ilmu ini disebut juga dengan linguistik umum (general linguistics). Meskipun demikian, menurut Chaer (dalam Muliastuti, 2014) berdasarkan keluasan objek kajiannya, linguistik dapat dibedakan menjadi linguistik umum dan linguistik khusus. Dapat ditebak bahwa linguistik khusus berarti memfokuskan kajiannya pada salah satu bahasa saja.
Namun, tentunya yang dibahas dalam artikel ini adalah linguistik umum. Artinya, linguistik yang mempelajari ilmu kebahasaan secara umum tanpa fokus salah satu bahasa saja (languages).
Etimologi
Jika ditelusuri, apa itu linguistik sesungguhnya berasal dari kata lingua yang bermakna “bahasa” dalam bahasa Latin. Selain dari bahasa Latin, beberapa bahasa lain juga merujuk pada makna yang sama. Misalnya, dalam bahasa Prancis adalah langue atau langage, bahasa Italia lingua, bahasa Spanyol lengua, dan bahasa Inggris language.
Selanjutnya, untuk memastikan kesahihan pengertian linguistik sebagai ilmu, berikut adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian ilmu linguistik.
Pendapat Ahli
A.S. Hornby, E.V. Gatenby, H. Wakefield (dalam Dhanawaty, dkk, 2017, hlm. 1) mengungkapkan bahwa definisi linguistik sebagai kata sifat adalah studi bahasa, sedangkan sebagai kata benda berarti ilmu dari metode dalam mempelajari dan meneliti bahasa.
Masih berpendapat sama, Kridalaksana (dalam Dhanawaty, dkk, 2017, hlm.1) menyebutkan bahwa arti linguistik adalah ilmu bahasa atau metode mempelajari bahasa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa linguistik adalah ilmu yang mempelajari metode mengkaji atau meneliti bahasa.
Cabang Ilmu Linguistik
Saat membicarakan cabang ilmu linguistik, kebanyakan orang akan menyebutkan pembagian kajian linguistik berdasarkan objek yang dikajinya. Tentunya, objek kajian dari linguistik adalah bahasa. Namun, bahasa sendiri terdiri dari beberapa komponen pembentuknya bukan?
Misalnya, dalam konteks ujaran atau pengucapan, bahasa dapat diamati dari bunyi yang dihasilkan. Sementara itu, dalam konteks makna kata, bahasa dapat dipelajari dari pembentukan makna dari kata yang digunakan tersebut.
Verhaar mengategorikan pembahasan bahasa berdasarkan objek yang dikajinya tersebut menjadi: fonetik & fonologi (bunyi bahasa), morfologi (pembentukan kata), sintaksis (aturan pembentukan kalimat), dan semantik (makna kata) sebagai cabang linguistik.
Sementara itu, Chaer (dalam Muliastuti, 2014) menyebut kelima hal tersebut sebagai tataran linguistik. Apa pun sebutannya, berikut adalah pemaparan dari berbagai cabang kajian linguistik tersebut.
Fonetik
Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran. Fonetik akan berhubungan dengan anatomi tubuh yang menghasilkan bunyi, khususnya organ-organ tubuh yang terlibat dalam proses penghasilan ujaran. Fonetik akan berupaya untuk menerangkan bagaimana bunyi-bunyi tertentu dihasilkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Studi fonetik umumnya terdiri atas tiga bagian utama, yakni:
- Fonetik akustik, yang berupaya menjelaskan bunyi-bunyi ujaran sebagai suatu proses fisik. Biasanya kajian ini membutuhkan alat spektograf yang dapat memperlihatkan gelombang bunyi udara. Alat tersebut mampu menggambarkan intensitas dan volume ujaran sehingga para linguis dapat menggambarkan bunyi-bunyi tersebut secara konkret melalui wujud fisiknya.
- Fonetik auditoris, merupakan studi fonetik yang mempelajari proses penerimaan bunyi-bunyi bahasa oleh telinga. Cabang ini boleh dibilang lebih dekat dengan kajian kedokteran dibandingkan dengan linguistik.
- Fonetik artikulasi, merupakan studi fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat atau organ tubuh manusia. Fonetik artikulasi lebih banyak memberikan sumbangan bagi linguistik dibandingkan dengan fonetik aktistik dan atiditoris. Karena, cabang ini menganalisis bunyi-bunyi bahasa secara mendetail berdasarkan konteks bahasanya, bukan organ tubuh penghasil bahasa yang lebih condong ke dunia medis. Contohnya, bagaimana bunyi [p] dan [b] dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Fonologi
Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan atau mengidentifikasi kata. Objek penelitian fonologi adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.
Jika pada fonetik, bunyi-bunyi dianalisis berdasarkan cara membunyikannya. Oleh karena itu, dalam fonologi, bunyi-bunyi tersebut dianalisis pada suatu konteks pengucapan katanya. Misalnya pada kata bunyi dengan sunyi apakah bunyi [b] dan [s] pada kata-kata tersebut membedakan makna? Jika ya, maka bunyi itu disebut fonem.
Morfologi
Morfologi adalah cabang linguistik yang menganalisis struktur, bentuk dan pembentukan, serta klasifikasi kata-kata. Objek penelitiannya adalah morfem, yakni satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Contoh morfem adalah imbuhan, misalnya (me-an, me-kan, dsb) atau partikel (-kah, -lah).
Bagaimana akibatnya jika suatu kata dasar ditambahkan imbuhan (afiks)? Apakah kata-kata itu akan mengalami perubahan makna dan kategori kata, dan sebagainya? Hal seperti itulah yang akan dikaji dalam morfologi.
Sintaksis
Jika morfologi membicarakan struktur internal kata, maka sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata-kata lain atau unsur-unsur lain sebagai suatu satuan ujaran atau mudahnya: dalam suatu kalimat. Hal-hal yang biasa dikaji dalam sintaksis meliputi:
- struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori, dan peran sintaksis;
- satuan sintaksis berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana;
- hal-hal yang berkenaan dengan sintaksis, seperti modus, aspek, dsb.
Semantik
Semantik adalah cabang linguistik yang mempelajari makna bahasa. Sebetulnya, makna adalah hal yang paling sulit untuk dikaji. Bahkan, para linguis strukturalis biasanya menanggalkan kajian ini karena dianggap tidak dapat diteliti secara empiris. Makna itu terlalu relatif dan sangat tergantung dari penutur dan konteks sekitarnya.
Komentar
Posting Komentar